Aktivis Banten Menyikapi, Pertandingan Tanpa Nyawa, Dewa United Banten PC VS Persija Jakarta Tanpa Pentonton
Bantenkritis.com, Pandeglang, Banten | Badru Zaman, Selaku Aktifis Banten, Mengatakan Besarnya antusiasme masyrakat Banten dengan hadirnya Dewa United FC dapat menggelar pertandingan di Banten Internasional Stadium (BIS) serta merupakan sejarah awal pertama kalinya kompetisi sepak bola tertinggi tingkat Nasional dapat diselenggarakan di Kota Serang.
Ini Jelas Ketidak mampuan Pemprov Banten dan Polda Banten dalam memenuhi persyaratan keamanan dan keselamatan serta dugaan bahwa stadion BIS belum layak untuk di gunakan event Nasional.
Keputusan ini adalah produk gagal dan paradigma yang buruk terhadap sepak bola Dimana akan maju nya persepak bolaan di Banten tanah jawara telah melukai hati kami untuk menggulirkan keputusan pahit pertandingan antara Dewa United Banten FC dan Persija Jakarta akan digelar tanpa penonton.
Kami tidak bisa membiarkan bahwa supporter dan penggemar dipertaruhkan dengan dijadikan alasan. Kegagalan ini adalah cerminan dari ketidakmampuan Pemprov Banten dan Polda Banten dalam menjalankan tugasnya, masyarakat banten merasa kecewa dengan tidak diberikan kesempatan mendukung tim kesayanganya bertanding sekaligus dapat menikmati atmosfir pertandingan Nasional di Stadion yang katanya berstandar Internasional dan dibangun menggunakan uang rakyat, sekaligus. Pungkas Badru zaman
Saya yakin banyaknya masyarakat Banten penggemar Sepak Bola sangat MUAK dengan keputusan pertandingan tanpa penonton karena, yang diakibatkan Ketidakmampuan Pemprov Banten dalam memenuhi standarisasi persyaratan keamanan dan keselamatan di Banten Internasional Stadium serta, serta pihak Polda Banten yang belum mampu mengamankan event pertandingan Nasional.
Pemprov Banten dan Polda Banten harus bertanggung jawab atas kondisi saat ini dan segera mengambil tindakan untuk memperbaiki kekurangan. Jika tidak, maka kami akan terus MENYORAKI KETIDAK MAMPUAN mereka dalam menjalankan tugasnya!
Kami menuntut hak-hak kami untuk dapat menyaksikan pertandingan dengan aman dan nyaman, bukan harus terpaksa menonton dari jauh karena kegagalan mereka!"
"Gubernur Banten dan Kapolda Banten harus bertanggung jawab atas kegagalan ini! Mereka harus menjelaskan kepada masyarakat mengapa persyaratan keamanan dan keselamatan tidak dipenuhi, sehingga pertandingan Dewa United Banten FC vs Persija Jakarta harus digelar tanpa penonton.
Kami menuntut Gubernur dan Kapolda untuk segera mengambil tindakan untuk memperbaiki kekurangan dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di masa yang akan datang. Mereka harus menunjukkan komitmen mereka untuk melayani masyarakat dan mendukung perkembangan sepakbola di Banten.
Tanggung jawab Gubernur dan Kapolda tidak hanya terbatas pada keamanan dan keselamatan, tetapi juga pada kepercayaan masyarakat yang telah mereka pimpin." Tutup Badru Zaman. (Ira/Red)

