Bantenkritis.com | PANDEGLANG – Forum Jurnalis dan Aktivis Banten (FORJA Banten) melayangkan desakan klarifikasi secara resmi kepada Koordinator Kecamatan (Korcam) Satuan Pelayanan Program Integrasi (SPPI) Kecamatan Cikedal. Langkah tegas ini diambil menyusul temuan mengenai Sekolah Khusus (SKH) Al-Karim Cikedal yang hingga saat ini belum menerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah.
Ketua FORJA Banten, Niki Mulyana, menyatakan bahwa Korcam SPPI selaku perpanjangan tangan teknis dalam pelaksanaan program harus bertanggung jawab penuh atas validasi data di lapangan. FORJA Banten mempertanyakan alasan di balik terlewatinya sekolah luar biasa tersebut, mengingat siswa berkebutuhan khusus seharusnya menjadi sasaran prioritas jaminan sosial gizi.
"Kami meminta klarifikasi terbuka dan objektif dari pihak Korcam SPPI Cikedal mengenai kendala apa yang terjadi di lapangan. Mengapa lembaga pendidikan formal seperti SKH Al-Karim bisa luput dari penyaluran program krusial ini? Pihak Korcam harus transparan menjelaskan ke publik mengenai kendala administratif atau logistik yang terjadi,"tegas Ketua FORJA Banten, Niki Mulyana, Kamis (16/7/2026).
Sebelumnya, Kepala Sekolah SKH Al-Karim, Feri Andriawan. S.E, menyampaikan keprihatinannya atas ketimpangan distribusi ini. Hingga saat ini, belum ada satu pun paket makanan bergizi yang sampai ke tangan murid-murid di sekolahnya. Pihak sekolah berharap integrasi data penerima manfaat dapat segera diperbaiki agar hak para siswa tidak terabaikan.
Desakan klarifikasi dari FORJA Banten ini diharapkan dapat memicu langkah evaluasi cepat dari Korcam SPPI Cikedal dan instansi terkait. Publik menuntut transparansi tata kelola penyaluran anggaran negara agar program prioritas nasional ini berjalan tepat sasaran, berkeadilan, dan bersih dari maladministrasi.
(MS)